Minggu, 11 September 2016

أمثلة على الكلام عند النحويون

◻( شرح الآجرومية )◻

     أمثلة على الكلام عند النحويون

شروط الكلام عند النحويين أربعة:

1- أن يكون لفظا :
ويخرج منه الكتابة والإشارة.

2- أن يكون مركبا:
ويخرج الكلمة المفردة.

3- أن يكون مفيدا:
يخرج اللفظ المركب غير المفيد، كالتركيب الإضافي.

4- أن يكون مفيدا بالوضع :
- ويخرج كلام الهاذي والسكران  والنائم والمجنون .
- ويخرج  غير العربي من الكلام.

لا يكتفى بتوفر بعضها بل يشترط اجتماعها كلها في الكلام حتى يطلق عليه كلاما، تنطبق عليه قواعد النحو .

س/ لماذا عرف النحويون الكلام وقيدوه بهذه الشروط؟ 
ج/لأن هذا العلم لتقويم الكلام وضبطه على الطريقة الصحيحة بوضع علامات الإعراب على الكلام، فلكي تنطبق عليه هذه القواعد لابد أن يكون كلاما.

مثلا لفظة : " علم " لو أردت تشكيلها يجب أن تكون موجودة في تركيب كلامي مفيد، حتى يعلم ما موضعها في الجملة،
فوجودها منفردة لا معنى لها ولا تستطيع تشكيلها .
لكن لو قلت:
( العلم نور)
هنا توفرت جميع الشروط، وفهمت مكانها الإعرابي فألفظها مضمومة الآخر؛ لأنها مبتدأ ومن حقه الرفع.

أمثلة للكلام فاقد الشروط:

- حب الغمام.
- بعلبك.
- باب الدار.
-ليلة شتاء.
- خلية نحل.
-صدقة سر.
- أم يمامة.
- حضرموت.
- سي دي .
- تواليت البيت.
- الإشارة بالأصبع من اليمين إلى اليسار لعدم الموافقة.

أمثلة للكلام الذي توفرت فيه جميع الشروط:
لو قيل بصوت ملفوظ:

كيف حالك ؟ فأجبت:
- بخير.
- السماء ملبدة بالغيوم.
- الحج فرض على المسلم المستطيع. 
- أحب الأعمال إلى الله في العشر .
- قام أسامة من نومه مبكرا.
-صليت الفجر في بيت الله.
- الأقصى قبلة المسلمين الأولى.
- الجو صحو.
- الحر شديد.
- العفو من شيم الكرام.
- الظلام دامس.

📩 الرسالة رقم (6).

أقسامُ الكلامِ

أقسامُ الكلامِ
وأقسامه ثلاثةٌ:  اسمٌ وفعلٌ وحرفٌ جاءلمعنى

Penjelasan:

-Kata "أقسامه" yaitu bagian-bagian kata yang menyusun sebuah kalam.

-Isim adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya (pada kata itu sendiri) dan tidak terkait dengan waktu.
Contohnya: kata زَيدٌ (Zaid), فَرِسٌ ( Faris) dan عُصْفُوْرٌ (burung pipit)

-Fiil adalah kata yang menunjukkan makna pada dirinya (pada kata itu sendiri) dan  terkait dengan waktu.
Adapun waktu itu terbagi menjadi 3, yaitu:
1) Waktu lampau/madhi (ماض)
2) Waktu sekarang/hadhir (حاضر)
3) Waktu yang akan datang/mustaqbal (مستقبل)
Contohnya:
1) kata قَامَ (dia seorang laki-laki telah berdiri), ini menunjukkan waktu madhi.
2) kata يَقُوُمُ (dia seorang laki-laki sedang berdiri), ini menunjukkan waktu hadhir.
3) kata قُمْ (berdirilah), ini menunjukkan waktu mustaqbal.

-Huruf adalah kata yang menunjukkan makna pada selainnya.
Contohnya: لَمْ - فِي - هَلْ.
Sebagai contoh huruf لَمْ yang mengandung makna penafian (peniadaan). Dimana makna penafian ini tidak akan tampak dengan jelas sampai (huruf tersebut ) digandengankan dengan kata lain.
Maka Anda katakan: "لَمْ يَقُمْ زَيْدٌ" (Zaid tidak berdiri).

-Lafadz jaa a lima'nan maknanya yaitu:
Huruf tersebut diletakkan untuk sebuah makna. Seperti huruf hijaiyah, contohnya huruf zai (ز) pada kata زَيْدٌ (Zaid).

=CONTOH=

هَلْ قَامَ زَيْدٌ
(Apakah Zaid telah berdiri?)

✔Kata هَلْ pada kalimat diatas adalah huruf yang datang mengandung makan "al istifham".
✔kata قام adalah fiil
✔kata زيد adalah isim

💐Maraji':
كتاب الحاشية الجليّة على متن الجروميّة

تعريف الكلام

📚PENGERTIAN AL KALAM📚

◽◽▫▫الكلامُ ▫▫◽◽

الكلامُ هو اللفظُ المركّبُ المفيدُ بالوضعِ

١)اللفظُ
1) Al lafdzu:
Suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyah
٢)المركّبُ
2) Al murakkabu:
Tersusun dari dua kata atau lebih.

٣) المفيدُ
3) Al mufidu:
Jika yang berbicara menghentikan ucapannya, maka bisa difahami dengan sempurna oleh pendengar.

٤)بالوضعِ
4) Bil wadh'i:
Yakni dengan peletakan orang Arab, yaitu lafadz-lafadz yang digunakan harus menggunakan bahasa Arab..

Contohnya adalah seperti ucapan Anda:
"العلمُ نَافعٌ"
Ilmu itu bermanfaat.

👉�Kalimat "العلمُ نَافعٌ" termasuk kalam menurut ahli nahwu.
Karena kalimat tersebut:
1) Berupa lafadz yang mengandung sebagian  huruf hijaiyah. Yaitu: huruf alif,lam, 'ain dst.
2) Murakkab, karena kalimat tersebut tersusun dari dua kata. Kata yang pertama "العلمُ" dan kata yang kedua adalah " نَافعٌ".
3) Mufid, karena kalimat tersebut memberikan faedah pengkabaran bahwa ilmu itu bermanfaat.
4)Bil wadh'i, karena kalimat tersebut termasuk bahasa Arab.

✍🏻PENGECUALIAN:
Yang tidak termasuk kalam adalah:
1⃣ Isyarat dan tulisan serta semisal keduanya.
2⃣ Kata tunggal (mufrad), misalnya:  kata "زَيدٌ" (Zaid).
3⃣ Kata yang murakkab tapi tidak mufid. Misalnya: "إنْ قَامَ زَيدٌ" (Jika Zaid berdiri)
4⃣ Kalimat yang menggunakan bahasa 'Ajam dan semisalnya.

*bahasa 'Ajam adalah selain Bahasa Arab.

💐Maraji':
كتاب الحاشية الجليّة على متن الجروميّة

Senin, 05 September 2016

'AMIL-'AMIL NASHAB

📚BAB ‘AMIL-‘AMIL NASHAB (Huruf-huruf yang menashabkan)

✍🏻MATAN

قَالَ الْمُؤَلِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى:فالنَّوَاصِبُ عَشَرَةٌ، وَهِيَ:أَنْ، وَلَنْ، وَإِذَنْ، وَكَيْ، وَلَامُ كَيْ، وَلَامُ الْجُحُودِ، وَحَتَّى، وَالْجَوَابُ بِالْفَاءِ وَالْوَاوِ, وَأَو

ْBerkata penulis rahimahullah:
‘Amil Nashab (huruf yang menashabkan) ada sepuluh, yaitu;
1.أَن
ْ2.لَن
ْ3.إِذَن
ْ4.كَي
===

ْ5.لَامُ كَي
ْ6.لَامُ الْجُحُود
ِ7.حَتَّى
8.الْجَوَابُ بِالْفَاء
ِ9.الْوَاو
ِ10.أَو

📚PENGERTIAN
‘Amil Nashab adalah Huruf-huruf yang menashabkan Fi’il Mudhari’.

📚KHILAF ANTARA  KUFFIYYUN & BASHRIYYUN

Terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama ahli nahwu tentang jumlah ‘Amil yang menashabkan.

1) Kuffiyun (ulama nahwu dari Kuffah)
Berpendapat bahwa amil nashab ada 10. Inilah pendapat yang dipilih oleh muallif kitab Ajurumiyah (Ibnu Ajurum).

2) Bashriyyun (Ulama nahwu dari Basrah)
Berpendapat bahwa jumlahnya hanya 4 Huruf saja, yaitu [أَنْ، لَنْ، إِذَنْ، كَيْ]. Dan inilah pendapat yang shahih.

⁉Kenapa hanya 4 huruf saja?
✅Karena 6 Huruf sisanya, dia tidak dapat menshabkan kecuali jika didahului oleh Huruf [أَنْ] yang Mudhmar (tersembunyi), baik Huruf [أَنْ] tersebut wajib tersembunyi maupun tidak.

✔Sehingga Fi’il Mudhari’ menjadi Manshub karena Huruf [أَنْ], bukan karena 6 Huruf tersebut.

📚KESIMPULAN MATAN📚

Kesimpulan :

Sepuluh amil nashab yang disebutkan oleh penulis rahimahullah diatas terbagi menjadi dua bagian :
a. Huruf-huruf yang menashabkan Fi’il Mudhari’ dengan sendirinya. Dia ada empat, yaitu [أَنْ، لَنْ، إِذَنْ، كَيْ].

b. Huruf-huruf yang tidak bisa menashabkan Fi’il Mudhari’, kecuali jika didahului oleh Huruf (أَنْ) yang Mudhmar.

Maraji':

📚NAWASHIB FIIL MUDHARI dengan ان مضمورة📚

📝TENTANG أَوْ:

http://pelajarankis.blogspot.in/2015/11/pelajaran-nahwu-dari-kitab-al_68.html#more

📚NAWASHIB FIIL MUDHARI dengan ان مضمورة📚

📝TENTANG لام التعليل (لام كيْ) :

http://pelajarankis.blogspot.in/2015/09/pelajaran-nahwu-dari-kitab-al_87.html

📚NAWASHIB FIIL MUDHARI dengan ان مضمورة📚

📝TENTANG:
✔حتّى
✔فاء السبابية
✔واو المعيّة

http://pelajarankis.blogspot.in/2015/10/pelajaran-nahwu-dari-kitab-al.html

Nawashib Fiil Mudhari

RANGKUMAN NAWASHIB FIIL MUDHARI

✔لام كي= لام التعليل
Kalimat sebelumnya merupakan sebab terjadinya kalimat sesudahnya.

Contoh:

١) ذهبت إلى المسجد كي أصلّيَ

٢) ذهبت إلى المكتبة كي أقرأَ

٣) {وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ}
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia”. (QS. An-Nahl:44)

✔ لام الجحود
Yaitu lam yang masuk pada fiil mudhari' yang sebelumnya (didahului)
1) ماكان
2) لم يكن
Contoh:
🔸Contoh yang didahului kalimat (مَا كَانَ):

{وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ}

“dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu” (QS. Al-Baqarah:143)

🔸Contoh yang didahului kalimat (لَمْ يَكُنْ):

{لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ}

“maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka”.
(QS. An-Nisaa:137)

Minggu, 04 September 2016

Penjelasan Anwa'ul Kalam

➖➖➖➖➖➖➖➖
✍🏼Rangkuman materi dars online
➖➖➖➖➖➖➖➖
Kitab      : Matan Al-Ajurumiyah
Materi    : الكلام و أنواع الكلام
Hari/tgl  : Jum'at, 29 dzulqo'dah 1437 H/02 September 2016.

✍🏻Pertemuan ke 3

بسم الله الرحمن الرحيم

انّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره و ننعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيأت اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يظلل فلاهادي له
اشهد ان لا إله الا الله وحده لا شريك له واشهد أن محمد عبده ورسو له

➖➖➖➖➖➖➖➖
Matan 1 dan 2:
الكلام
✅قال المؤلف – رحمه الله:
الكلامُ: هو اللفظُالمُرَكَّبُ المُفيدُ بالوَضْع

أنواع الكلام
✅قال المؤلف – رحمه الله:
وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ، وفعلٌ، وحَرفٌ جاءَ لمَعنى.

✍🏿Fawaid terkait matan 1 dan 2:

📚ISTILAH NAHWU
yang penting, harus difahami dan diingat:

🇲🇨Dalam bahasa Indonesia
✍🏻Kalimat = kalam (jumlah)
✍🏻Kata = kalimah

🇸🇦Dalam Bahasa Arab:
✍🏻الكَلَامُ = الجُمْلَةُ = kalimat
✍🏻الكَلِمَةُ  = kata

⛔HATI-HATI⛔
Karena "al-kalimah" (الكَلِمَةُ) hampir sama pengucapannya dengan "kalimat" dalam bahasa Indonesia. Jadi jangan sampai terkecoh.

☝Kalau dikatakan "al kalimah" (الكلمة) atau "kalimatun" ( كلمة) maka maksudnya (artinya) adalah KATA bukan KALIMAT.

📚PENJELASAN MATAN KE-2

قال المؤلف – رحمه الله:
وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ، وفعلٌ وحَرفٌ جاءَ لمَعنى

Berkata Penulis rahimahullah Ta’ala: “Macamnya ada tiga; Ism, Fi’il dan Huruf yang datang memiliki makna

✍🏿Kesimpulan dari matan ke-2:

KATA dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3:

1) ISM
2) FIIL
3) HURUF jaa a li ma'nan (huruf yang mengandung makna)

Pada matan ke-2 ini,

✍🏿Disini penulis menjelaskan bahwa kalimat-kalimat yang diucapkan orang arab tidaklah keluar susunannya dari tiga hal ini :

1) Ism
2) fi’il
3) huruf jaa a lima'nan

Misalnya:
Antunna ucapkan:

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَة

Artinya:
Zaid pergi ke sekolah

🖍Kalimat di atas adalah KALAM karena terkumpul padanya 4 syarat kalam pada matan ke-1, yakni:
✅Berupa lafadz
✅Murakkab
✅Mufid
✅Bil Wadh'i

🖍Dan jika kita perhatikan, KALAM tersebut terdiri dari 4 KATA, yaitu:

✅ذهب
✅زيد
✅الي
✅المدرسة
Maka,jika kembali ke matan ke-2:

قال المؤلف – رحمه الله: وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ، وفعلٌ وحَرفٌ جاءَ لمَعنى

Berkata Penulis rahimahullah Ta’ala: “Macamnya ada tiga; Ism, Fi’il dan Huruf yang datang memiliki makna.”

Kita dapati bahwa kalimat:

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَة

TIDAKLAH TERLEPAS dari 3 jenis KATA:
Isim, fi'il atau huruf jaa a lima'nan.

BUKTI:

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَة

✅ِLafazh (ذَهَبَ) ini adalah fi’il,
✅Lafazh (زَيْدٌ) adalah Isim
✅Lafazh (إِلَى) adalah huruf (jaa a li ma'nan)
✅dan lafazh (الْمَدْرَسَةِ) adalah isim.

📚UNTUK SEMENTARA
yang perlu Antunna ketahui adalah:

✅ISIM = KATA BENDA
✅FIIL = KATA KERJA
✅HURUF Jaa a lima'nan:  huruf yang maknanya akan sempurna jika digandengkan dengan kata yang lain.

=================
📌Tes Pemahaman
=================

Jawablah pertanyaan berikut:

❓KATA dalam bahasa Arab terbagi menjadi...
Sebutkan..

🔑JAWAB:
✅Kata dlm bahasa arab terbagi menjadi 3 : isim, fiil dan huruf yang datang mengandung makna.ّ

❓Jadi, apakah mungkin dalam sebuah kalam, ditemui jenis kata yang menyusunnya selain isim, fiil, dan huruf?

🔑✅TIDAK

❓Sebutkan pengertian singkat ISM, FIIL, dan HURUF jaa a lima'nan sbgmn yang telah dipelajari malam ini!

🔑JAWAB:
✅Isim = kata benda
✅Fi'il = kata kerja
✅Huruf jaa a li ma'nan= huruf yg mengandung makna jika digandengkan dengan kata lain. (kata yang akan tampak maknanya yang sempurna jika kita gandengkan/gabungkan dengan kata lain)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

PENTING UNTUK ANTUNNA KETAHUI
✍🏿FAEDAH TAMBAHAN:

Pada matan ke-2 berbunyi:

أَنْوَاعُ الْكَلَامِ:
وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ، وفعلٌ، وحَرفٌ جاءَ لمَعنى.

✍🏻PERHATIKAN BAIK-BAIK

✍🏻Jika diterjemahkan "apa adanya" maka terjemahan أَنْوَاعُ الكَلَامِ adalah MACAM-MACAM KALAM /KALIMAT.

Tapi mengapa penjelasannya MACAM-MACAM KATA?

JAWAB:
Wallahu a'lam.
Yang dimaukan (diinginkan) muallif pada bab ini adalah MACAM-MACAM KATA bukan macam² kalimat, meskipun tertulis dengan lafadz:  انواع الكلام.

Kenapa?

(1) Alasan pertama:
✍🏻Karena telah jelas kita ketahui bersama pada matan 1 tentang definisi kalam.

✍🏻KALAM = JUMLAH = KALIMAT
Yang harus memenuhi 4 syarat, yakni: harus berupa lafadz, murakkab, mufid dan bil wadh'i.

Adapun:
✅ISIM
✅FIIL
✅HARFU jaa a li ma'nan

Adalah termasuk dari MACAM-MACAM KATA. Bukan macam-macam kalimat(kalam).

(2) Alasan kedua:
Kalau yang dimaksud adalah MACAM-MACAM KALAM. Maka yang benar:

Macam-macam kalam dalam bahasa Arab itu ada 2:
1)Jumlah Ismiyah
2)Jumlah Fi'liyah

Insyaa Allah akan sampai pada pembahasan keduanya.

✍🏿KESIMPULAN:

Sehingga, pada matan kedua, yang dimaksud dengan انواع الكلام adalah:

✅انواع الكلمة
(Macam-macam kata)

✍🏿Bisa juga dikatakan:

✅أجزاء الجملة
(Bagian-bagian kalimat)
Yakni bagian- bagian yang menyusun kalam (kalimat)

📚KESIMPULAN
Jadi,pada matan ke-2 ini, kita mempelajari tentang انواع الكلمة (Macam-macam kata) atau tentang أجزاء الجملة (Bagian-bagian kata).

Macam-macam kata itu ada 3, yaitu:
1)Ism
2)Fiil
3)Huruf jaa a lima'nan

Atau kita katakan:
✍🏿Kalam (kalimat) itu tersusun dari kata-kata yang mana kata-kata tersebut tidaklah terlepas dari 3 :ism, fiil atau huruf jaa a li ma'nan, tidak ada keempatnya.

Tambahan referensi:
Pada kitab-kitab nahwu yang lain jelas disebutkan bahwa MACAM-MACAM KATA itu ADA 3 yaitu:  ISIM, FIIL dan HURUF jaa a lima'nan.

MARAJI'

Fawaid diatas dari beberapa sumber yakni sbb:
✍🏻Audio Dars Tuhfatus Saniyah (Al Ustadz Muhammad As Sewed), silakan  merujuk kesana.

✍🏻Tulisan Al Ustadz Abu Ubaydah dars Jurumiyah.

✍🏻Audio Dars Matan Jurumiyah (Al Ustadz Mukhtar)

✍🏻Jawaban Ustadzah Ummu Maryam Lathifah

✍🏻Jawaban Ustadzah Ummu Aiman

حفظهم الله و جزاهم الله خيرا

Ket:
👉Dengarkan audio Al Ustadz Muhammad as Sewed di Channel Telegram MAHAR JURUMIYAH: tlgrm.me/maharajurumiyahpemula

👉Untuk tulisan Al Ustadz Abu Ubaydah
Bisa dipelajari disini:
http://pelajaranforumkis.com/2014/06/28/al-jurumiyyah-pelajaran-1/
➖➖➖➖➖➖➖

REFERENSI dari KITAB NAHWU:

Berikut adalah bukti bahwa PEMBAGIAN KATA (MACAM-MACAM KATA) dalam Bahasa Arab itu 3.
Ingat, bukan pembagian kalam.
👇🏻👇🏻👇🏻

1) Dari Buku Pengantar Mudah Bahasa Arab
(Lihat gambar)
Perhatikan bagan: disitu dibaca:
KALIMATUN (KATA) dibagi menjadi 3
Ismun, fi'lun, harfun ma'aniyyun

2) Dari Kitab Al Muyassar fii 'Ilmin Nahwu
(Lihat gambar)

3) Dari Kitab Al Muyassar fii 'Ilmin Nahwi
(Lihat gambar)
Jelas disebutkan disitu bahwa Anwa'ul  Kalimah (Macam-macam kata) ada 3: ismun, fi'lun, harfun (maksudnya huruf jaa a li ma'nan)

4) Dari Kitab Nahwul Wadhih jilid 1
(Lihat gambar)
Tepatnya pada BAB: Ajzaaul jumlah
أجزاء الجملة:
Bagian-bagian (penyusun) kalimat

Disebutkan kaedahnya pada kaedah no 3 bahwa:
" Alkalimatu tsalaatsatu anwaa 'in: ismun, fi'lun wa harfun."
Artinya:
KATA itu terbagi menjadi 3 macam: ism, fiil dan huruf (maksudnya huruf yang jaa a li ma'nan

📚TENTANG LAFADZ HARFU JAA A LIMA'NAN

حرف جاء لمعنى

Ada fawaid dari Ustadzah Ummu Aiman حفظها الله:

⁉Mengapa dikatakan pada harf jaa a li ma'nan?

✅Krn huruf terbagi 2:
-harfun hijaaiy/mabaani
-harfun ma'aani

Maka yg diinginkan/dimaksudkan dlm pembahasan pembagian al kalimah ini adalah *harf ma'aani*.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🖋Ditulis untuk grup Mahar Ajurumiyah Pemula

📕Mahar Ajurumiyah Pemula

Selasa, 30 Agustus 2016

10 NAWASHIB FIIL MUDHARI

Ajurumiyah

Bab Amil Nashab huruf yang menashabkan ada sepuluh

BELAJAR ILMU NAHWUDARI KITAB AL AJURUMIYAH

Pelajaran Ketiga Puluh Enam

LANJUTAN BAB ‘AMIL-‘AMIL NASHAB
(Huruf-huruf yang menashabkan)

📘 MATAN:

🔊 قَالَ الْمُؤَلِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى:فالنَّوَاصِبُ عَشَرَةٌ، وَهِيَ:أَنْ، وَلَنْ، وَإِذَنْ، وَكَيْ، وَلَامُ كَيْ، وَلَامُ الْجُحُودِ، وَحَتَّى، وَالْجَوَابُ بِالْفَاءِ وَالْوَاوِ, وَأَوْ.🔊

Berkata penulis rahimahullah:
‘Amil Nashab (huruf yang menashabkan) ada sepuluh, yaitu;

1. أَن
ْ2. لَن
ْ3. إِذَن
ْ4. كَي
ْ5. لَامُ كَي
ْ6. لَامُ الْجُحُود
ِ7. حَتَّى
8. الْجَوَابُ بِالْفَاء
ِ9. الْوَاو
ِ10. أَوْ

📘 PENJELASAN:

📎 5. Huruf لَامُ كَيْ disebut juga LAM TA’LIL. Dinamakan  LAM TA’LIL karena Jumlah (kalimat) setelah LAM TA’LIL merupakan sebab terjadinya Jumlah sebelumnya.

🔸- Contoh Huruf LAM TA’LIL

ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ لِأَقْرَأ
َ“Saya pergi ke perpustakaan untuk membaca.”

Yakni saya datang ke perpustakaan sebabnya saya ingin membaca. Kalau saya tidak ingin membaca, maka saya tidak ke perpustakaan. Disini Jumlah (kalimat) “untuk membaca” jatuh setelah LAM TA’LIL, yang mana dia adalah sebab terjadinya Jumlah sebelumnya, yaitu “Saya pergi ke perpustakaan”.

🔸Contoh kedua:
ذَهَبْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ لِأُصَلِّيَ
“Saya pergi ke masjid untuk shalat.”

Yakni saya datang ke masjid sebabnya saya ingin shalat. Kalau saya tidak ingin shalat, maka saya tidak pergi ke masjid.

⚠ Perhatikan Fi’il Mudhari’ pada dua Jumlah (kalimat) diatas! Tidak boleh kalian membaca Fi’il Mudhari ini (لِأَقْرَأُ) dan (لِأُصَلِّيُ)  dengan di Rafa’, karena telah masuk padanya Huruf (لَامُ كَيْ).

Jika Huruf (لَامُ كَيْ) masuk pada Fi’il Mudhari’, maka harus kalian Nashabkan Fi’il tersebut seperti misal diatas.

📋 Misal LAM TA’LIL dalam al-Quran:

{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ}
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia”.
(QS. An-Nahl:44)

Lihatlah Fi’il Mudhari (لِتُبَيِّنَ), dia di Nashab karena masuk padanya LAM TA’LIL.

📎 6. Huruf (لَامُ الْجُحُودِ) LAM AL-JUHUD; adalah Huruf LAM yang masuk pada Fi’il Mudhari’, yang ciri-cirinya didahului oleh kalimat (مَا كَانَ) dan (لَمْ يَكُنْ).

🔸Contoh yang didahului kalimat (مَا كَانَ)

{وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ}

“dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu”
(QS. Al-Baqarah:143)

🔸Contoh yang didahului kalimat (لَمْ يَكُنْ):

{لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ}

“maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka”. (QS. An-Nisaa:137)

⚠ Perhatikan Fi’il Mudhari’ pada dua Jumlah (kalimat) diatas!Tidak boleh kalian membaca Fi’il Mudhari ini (لِيُضِيعُ) dan (لِيَغْفِرُ)  dengan di Rafa’, karena telah masuk padanya Huruf LAM AL-JUHUD. Jika Huruf LAM AL-JUHUD masuk pada Fi’il Mudhari’, maka harus kalian Nashabkan Fi’il tersebut seperti pada dua ayat diatas.

🚪 Waffaqallahul jami' li kulli khoirin.------------------✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 11 Dzul Qa’dah 1436/ 29 Agustus 2015_di kota Ambon Manise.